Browser tidak support
Tampilkan postingan dengan label Ridho Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ridho Islami. Tampilkan semua postingan

0 Ibu Pembuka Gerbang Peradaban Bangsa

By: Ridho Islami
(Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta)


 Setiap anak terlahir kedunia dengan sangat polos dan murni belum tersentuh oleh peradaban luar. Jiwanya yang masih suci menjadi penghibur bagi setiap orang yang dekat dengannya. Bagi anak kehangatan yang tiada tara adalah saat dia berada dalam pelukan seorang ibu. Ibu merupakan sarana dimana setiap anak dilahirkan. Kasih sayang dan kelembutan hatinya merupakan fitrah yang sudah dititahkan oleh Allah swt kepadanya. Ditangannya kasih sayang dan kelembutan menjadi bumbu-bumbu penghias karakteristik keperibadian anak. Jika seorang ibu mengasuhnya dengan kelembutan maka akan terlahir generasi pencerah peradaban bangsa. Rosulullah saw pernah memberikan wasiat kepada umatnya, bahwa maju mundurnya suatu peradaban bangsa terletak pada kaum perempuannya, oleh karena itu perempuan di anggap sebagai tiangnya Negara. Jika kaum perempuan setiap bangsa itu baik maka peradaban bangsa itu juga akan baik. Namun sebaliknya jika kondisi kaum perempuan itu tidak baik dan kurang diperhatikan oleh bangsa maka peradaban bangsa tersebut akan buruk.

0 Peningkatan Rasa Percaya Diri Anak melalui Co – Parenting Berbasis Modelling

By: Ridho Islami
(Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta) 


A. Latar Belakang

Pada zaman globalisasi, dimana nilai-nilai moral dan batas-batas kebudayaan bangsa sangat mempengaruhi perkembangan karakteristik anak. Ada sebagian semi konsensus yang mengatakan bahwa umat manusia sedang menghadapi masa kritis karena dikepung oleh arus yang sifatnya telah mengglobal dari segala arah. Di sisi lain semakin melemahnya penerapan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kebudayaan bangsa sendiri akibat penjajahan intelektual dan kebudayaan antar bangsa. Era globalisasi telah menjadi panggung sandiwara dunia dengan alur cerita khas hukum rimba yaitu yang punya power atau kekuatan yang berhak mengendalikan yang lemah. Tragisnya lagi, dan menambah kritis bangsa adalah peran para orang tua dalam menghadapinya tanpa mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Banyak dari sebagian para orang tua telah lupa akan tanggung jawabnya mengasuh anak dan lebih mementingkan aspek material sebagai pertahanan hidup. Sehingga tujuan untuk mendidik anak agar mampu berani menghadapi tantangan hidup hanya menjadi catatan pinggiran bagi kamus kehidupan berkeluarga.

0 Menjangkau yang Terabaikan (karakteristik keshalehan dalam dunia pendidikan sebagai Tunas Peradaban Islam)

By: Ridho Islami
(Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta) 
  
A. Pendahuluan
Pada saat ini umat manusia tengah menghadapi perkembangan kebudayaan modern yang menyangkut pertumbuhan dahsyat dengan landasan modernisme barat yang bersifat pragmatik. Oleh karena itu berbagai sarana yang mampu merubah dunia disesuaikan dengan pandangan hidup ala barat. Hal ini dapat diketahui dari berbagai isi media-media yang ditawarkan oleh barat salah satunya lewat media televisi. Televisi (TV) adalah salah satu instrumen globalisasi. Semua peristiwa dapat kita saksikan melalui TV. TV merobek dan menembus batas “ruang” dan mencabut waktu yang menghubungkan setiap ruang. Dampak dari semua itu melahirkan masyarakat yang hidup dalam pola modernisasi dan modernisme.

0 Seperti Memberi Pupuk Pada Padi

By: Ridho Islami
(Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta)


Pendahuluan

Analogi judul diatas merupakan sebuah refleksi harapan untuk menjadi seorang pengasuh yang mempunyai nilai pendidikan islami. Semakin padi itu dipupuk dengan teratur maka akan menghasilkan tanaman padi yang berkualitas dan semakin merunduk (menunjukan hasil bahwa padi itu sudah siap untuk dipanen). Orang tua sebagai sosialitation agen nilai-nilai karakter anak dalam keluarga merupakan pendidik utama sebelum pendidik yang lain. Tidak jarang orang tua yang gagal dalam menanamkan nilai-nilai karakter anak yang baik selalu merasakan kesedihan di masa tuanya. Maraknya pemberitaan di media-media tentang kisah seorang anak yang rela membunuh orang tuanya dan sikap seorang anak yang lari dari rumah karena selalu menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga menjadi sebuah pertanyaan yang bisa diarahkan kepada orang tua. Bagaimana pola asuh yang di terapkan pada anak?.

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Psikologi Islam UMS is proudly powered by Blogger