By: Ridho Islami
(Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
(Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Setiap anak terlahir kedunia dengan sangat polos dan murni belum tersentuh oleh peradaban luar. Jiwanya yang masih suci menjadi penghibur bagi setiap orang yang dekat dengannya. Bagi anak kehangatan yang tiada tara adalah saat dia berada dalam pelukan seorang ibu. Ibu merupakan sarana dimana setiap anak dilahirkan. Kasih sayang dan kelembutan hatinya merupakan fitrah yang sudah dititahkan oleh Allah swt kepadanya. Ditangannya kasih sayang dan kelembutan menjadi bumbu-bumbu penghias karakteristik keperibadian anak. Jika seorang ibu mengasuhnya dengan kelembutan maka akan terlahir generasi pencerah peradaban bangsa. Rosulullah saw pernah memberikan wasiat kepada umatnya, bahwa maju mundurnya suatu peradaban bangsa terletak pada kaum perempuannya, oleh karena itu perempuan di anggap sebagai tiangnya Negara. Jika kaum perempuan setiap bangsa itu baik maka peradaban bangsa itu juga akan baik. Namun sebaliknya jika kondisi kaum perempuan itu tidak baik dan kurang diperhatikan oleh bangsa maka peradaban bangsa tersebut akan buruk.










